KALENDER NUSANTARA · SASAK
Kalender Rowot Sasak
Kalender Rowot Sasak adalah tradisi hidup masyarakat Lombok yang menyelaraskan pengamatan Bintang Rowot, hitungan urfi, kalender Hijriah, dan siklus pertanian.
Kalender Rowot Sasak adalah pengetahuan waktu masyarakat Sasak di Lombok. Penanda utamanya ialah Bintang Rowot atau Pleiades, yang diamati menjelang fajar untuk menata musim pertanian dan kegiatan adat. Kalender konvensional modernnya juga memuat hitungan urfi, nama bulan Sasak, Windon, Wuku, Engkel, serta Jelo.
Ngandang Rowot dan pola 5–15–25
Dalam tabel tradisi, awal tahun atau awal musim bergerak melalui tanggal 5, 15, lalu 25 pada bulan Hijriah, sementara posisinya dipertahankan sekitar bulan Mei. Contohnya, 2 Mei 2026 dicatat sebagai 15 Zulkaidah 1447 dan 2 Mei 2027 sebagai 25 Zulkaidah 1448.
Kajian astronomi UIN Mataram menemukan bahwa Pleiades secara astronomis baru dapat diamati sekitar 7 Juni pukul 05.30 dalam asumsi penelitiannya. Perbedaan ini tidak dipakai untuk menyatakan tradisi “salah”: metode budaya dan model astronomis disimpan sebagai dua lapisan berbeda. Lihat kajian penentuan awal tahun Rowot Sasak.
Nama bulan Sasak
Nama-nama ini berkorespondensi dengan bulan Hijriah dalam kalender Rowot modern. Tanggal Hijriah pada tabel sumber tidak diganti diam-diam dengan kalender Kemenag, Muhammadiyah/KHGT, atau tabular aplikasi karena metode serta fungsinya berbeda.
Komponen kalender
- Windon
- Siklus delapan nama tahun: Alip, Ehe, Jimawal, Se, Dal, Be, Wau, dan Jimahir.
- Taun dan Kesawen
- Karakter musim tahunan dalam pengetahuan tradisional.
- Wuku
- Tiga puluh pekan atau 210 hari; fase absolutnya belum diterbitkan engine.
- Engkel
- Pengelompokan watak Wuku yang berkaitan dengan unsur alam.
- Jelo
- Hari serta tingkatan hari dalam almanak Sasak.
- Warige
- Papan pengetahuan yang menyelaraskan pengamatan langit dengan hitungan tradisi.
Kalender musim, bukan prakiraan cuaca
Tanda tumbuhan, hewan, angin, hujan, dan kegiatan pertanian adalah pengetahuan ekologis yang terikat tempat dan pengalaman komunitas. Artikel dapat mendokumentasikannya, tetapi aplikasi tidak mengubahnya menjadi prediksi cuaca aktual. Informasi cuaca modern harus berasal dari BMKG dan ditampilkan terpisah.
Batas dan kerja komunitas
- Kalender RONTAL terbaru dan konfirmasi Majelis Adat Sasak diperlukan untuk memperpanjang tabel.
- Mode astronomis memerlukan koordinat, kecerlangan fajar, refraksi, dan ambang visibilitas yang dinyatakan.
- Wuku/Engkel tidak dipinjam dari fase Jawa atau Bali hanya karena sama-sama berjumlah 210 hari.
- Tafsir hari baik dan kesawen tidak diaktifkan tanpa sumber, konteks, dan persetujuan komunitas.
Sumber
Fondasi artikel berasal dari penelitian lapangan UIN Mataram dan Walisongo serta deskripsi kalender hidup. Kajian Kalender Rowot Sasak sebagai kalender tradisi mendokumentasikan fungsi pertanian, hajat, papan Warige, dan transformasinya menjadi kalender konvensional.